1. Jelaskan 3 teori proses masuknya agama islam di Indonesia!
2. jelaskan latar belakang masuknya agama islam di Indonesia!
3. Tuliskan faktor-faktor yang menyebabkan agama islam bisa cepat diterima oleh masyarkat indonesia!
4. Tuliskan nama2 wali songo yang berpengaruh menyebarkan islam dipulau jawa!
5. Tuliskan perbedaan antara akulturasi dan asimilasi kebudayaan !Pedagang Islam
Jawaban:
1. Teori Gujarat
Teori ini beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13, melalui kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu.
Teori ini juga diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh S. Hurgronje dan J. Pijnapel.
2.teori persia
Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia, bukan dari Gujarat. Persia adalah sebuah kerajaan yang saat ini kemungkinan besar berada di Iran.
antara di abad ke 13, ajaran yang marak saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, adanya beberapa kesamaan tradisi Indonesia dengan Persia dianggap sebagai salah satu penguat.
Contohnya adalah peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut di beberapa wilayah Sumatera (Khususnya Sumatera Barat dan Jambi).
3.Teori cina
umanto Al Qurtuby, mereka berpendapat bahwa sebenarnya kebudayaan Islam masuk ke Nusantara melalui perantara masyarakat muslim China.
Teori ini berpendapat, bahwa migrasi masyarakat muslim China dari Kanton ke Nusantara, khususnya Palembang pada abad ke 9 menjadi awal mula masuknya budaya Islam ke Nusantara. Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti bahwa Raden Patah (Raja Demak) adalah keturunan China, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah China, dan catatan yang menyebutkan bahwa pedagang China lah yang pertama menduduki pelabuhan-pelabuhan di Nusantara.
4. Teori Mekkah
Dalam teori ini dijelaskan bahwa Islam di Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah.
Selain itu, di Samudera Pasai mahzab yang terkenal adalah mahzab Syafi’i. Mahzab ini juga terkenal di Arab dan Mesir pada saat itu. Kemudian yang terakhir adalah digunakannya gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai seperti budaya Islam di Mesir. Teori inilah yang paling benyak mendapat dukungan para tokoh seperti, Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.
Latar belakang masuknya islam ke Indonesia :
- Penduduk Indonesia terkenal dengan kemampuan melayari lautan lepas
- Ada tiga teori masuknya islam ke Indonesia
* Teori Gujarat --> agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang gujarat pada abad ke-13 masehi.
* Teori persia --> agama Islam dibawa oleh pedagang persia/iran
* Teori mekah --> agama Islam dibawa oleh pedagang Mekkah
- Cara masuknya Islam ke Indonesia yaitu dengan perdagangan, perkawinan, pendidikan serta kesenian.
Faktor-faktor yang menyebabkan agama islam mudah diterima di Indonesia adalah:
Penyebaran agama dengan konsep akulturasi, damai dan tanpa kekerasan
Politik kedekatan dengan kekuasaan
Islam tidak kenal strata, kasta atau pelapisan sosial
Ritualnya sangat sederhana dan mudah
Masuk Islam cukup 2 kalimat syahadat
Agama yang bertumpu pada kedamaian
Aturan dalam Islam tidak memaksa dan fleksibel
Penyebaran agama dengan konsep akulturasi, damai dan tanpa kekerasan.Proses penyebaran agama Islam yang dilakukan para leluhur, Wali Songo dan ulama terdahulu menggunakan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan sehingga mudah diterima oleh masyarakat. Tradisi, adat dan budaya tidak ditentang, tapi dimasuki unsur dan nilai-nilai Islami yang substantif. Sebagian ritus atau ritualnya dipertahankan, tetapi substansi, esensi dan nilainya adalah Islam.
Politik kedekatan dengan kekuasaan, Runtuhnya kerajaan Majapahit kemudian lahir pemerintahan baru bernama Kesultanan Demak Bintoro tidak lepas dari buah politik untuk memperluas ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Islam tidak kenal strata, kasta atau pelapisan sosial, Dalam ajaran agama Islam, yang membedakan seseorang mulia atau tidak adalah ketakwaanya, bukan kekayaan, jabatan, darah biru, atau faktor lainnya. Selama seseorang itu bertakwa, maka dia sangat mulai di mata Tuhan. Semua orang sejajar yang dalam ritusnya diajarkan pada sholat berjamaah. Umat Muslim boleh menjadi imam asal agamanya baik, boleh duduk berdampingan dengan siapa saja, di shaf bagian mana saja. Tidak ada pembedaan pejabat atau ningrat harus berada di depan. Makanya saat Nusantara mengenal kasta pada masa Hindu-Budha, maka Islam disambut oleh masyarakat luas. Nilai-nilai sosial juga sangat diajarkan dalam Islam, sehingga Islam bukan hanya menekankan hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), tetapi juga hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia).
Ritualnya sangat sederhana dan mudah, Setiap agama memiliki ritual atau beribadah tersendiri. Ibadah Islam sangat simpel, seperti sholat untuk beribadah kepada Tuhan melalui Tuhan, zakat untuk beribadah kepada Tuhan melalui manusia, puasa yang diwajibkan pada bulan Ramadhan saja, haji kalau mampu.
Masuk Islam cukup 2 kalimat syahadat, tidak ada syarat yang macam-macam untuk masuk Islam. Cukup bersyahadat dua kali dengan sepenuh keimanan, bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita dan Muhammad SAW adalah rasul-Nya, maka sudah masuk Islam.
Agama yang bertumpu pada kedamaian, kata “Islam” artinya adalah damai, sejahtera. Maka umat Islam sesungguhnya umat yang terus menyerukan perdamaian. Hal ini tidak lepas dari ajaran Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Aturan dalam Islam tidak memaksa dan fleksibel, Umat Islam memang diwajibkan, tetapi juga dimudahkan dalam kondisi dan konteks tertentu. Misalnya, ibadah haji sesungguhnya wajib karena menjadi syarat. Namun, umat Muslim diperbolehkan tidak melaksanakan haji jika tidak mampu, baik dalam hal keuangan-finansial maupun kesehatan. Islam juga tidak pernah memaksa seseorang memeluk agama Islam. Hal ini karena pada saat Nabi Muhammad menyebarkan ajaran islam dia tidak memaksa orang untuk memeluk agamanya melainkan melalui teladan dan musyawarah.
1) Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim)
peranannya:
- menyebarkan agama Islam di Jawa Timur
- menghilangkan sistem kasta di masyarakat dengan memperkenalkan agama Islam yang tidak mengenal sistem kasta
2) Sunan Ampel (Raden Rahmat)
peranannya:
- mendirikan Pesantren Ampeldenta sebagai pusat perkembangan dakwah dan pendidikan agama Islam
- sebagai perancana berdirinya kerajaan Islam Demak yang beribu kota di Bintaro.
3) Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim)
peranannya:
- pencipta gending Durma, berbahasa Jawa yang mengandung muatan agama Islam
4) Sunan Giri
peranannya:
- mengirimkan utusan keluar Jawa, seperti Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean, serta ke Ternate dan Haruku (kepulauan Maluku) untuk menyebarkan agama Islam.
- menciptakan permainan anak-anak yang bernuansa Islam, seperti Ilir-ilir, jamuran dan cuplak-cuplak suweng
5) Sunan Drajat
peranannya:
- mendirikan pesantren, dan Surau di desa Jalag sebagai tempat dakwah agama Islam di daerah Gresik dan Tuban
- menciptakan gending Pangkur, tembang yang bermuatan agama Islam
6) Sunan Kalijaga
peranannya:
- menyebarkan agama Islam dengan kesenian wayang yang disisipi dengan ajaran-ajaran Islam
7) Sunan Kudus (Ja’far Sadiq)
peranannya:
- mendirikan masjid Kudus
- menciptakan Gending Mas Kumambang dan Gending Mijil yang bermuatan agama Islam
- mengisi tradisi Jawa mitoni dengan membacakan sejarah Nabi Muhammad saw
8) Sunan Muria (Raden Umar Said)
peranannya:
- menyebarkan agama Islam kepada para pedagang, nelayan dan rakyat jelata
- menciptakan tembang Sinom dan kinanthi.
- mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelung dino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya
9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
peranannya:
- mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah lain di Jawa Barat, seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten
5.Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
6.Menurut William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, syarat terjadinya integrasi sosial adalah :
Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka
Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma
Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten
Dari sini disimpulkan bahwa integrasi dapat terjadii ketika individu dalam masyarakat menjalin interaksi sosial yang kemudian menciptakan suatu kesepakatan yang berujung pada terciptanya nilai dan norma yang menjadi landasan kehidupan bersama.
1. Teori Gujarat
Teori ini beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13, melalui kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu.
Teori ini juga diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh S. Hurgronje dan J. Pijnapel.
2.teori persia
Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia, bukan dari Gujarat. Persia adalah sebuah kerajaan yang saat ini kemungkinan besar berada di Iran.
antara di abad ke 13, ajaran yang marak saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, adanya beberapa kesamaan tradisi Indonesia dengan Persia dianggap sebagai salah satu penguat.
Contohnya adalah peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut di beberapa wilayah Sumatera (Khususnya Sumatera Barat dan Jambi).
3.Teori cina
umanto Al Qurtuby, mereka berpendapat bahwa sebenarnya kebudayaan Islam masuk ke Nusantara melalui perantara masyarakat muslim China.
Teori ini berpendapat, bahwa migrasi masyarakat muslim China dari Kanton ke Nusantara, khususnya Palembang pada abad ke 9 menjadi awal mula masuknya budaya Islam ke Nusantara. Hal ini dikuatkan dengan adanya bukti bahwa Raden Patah (Raja Demak) adalah keturunan China, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah China, dan catatan yang menyebutkan bahwa pedagang China lah yang pertama menduduki pelabuhan-pelabuhan di Nusantara.
4. Teori Mekkah
Dalam teori ini dijelaskan bahwa Islam di Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah.
Selain itu, di Samudera Pasai mahzab yang terkenal adalah mahzab Syafi’i. Mahzab ini juga terkenal di Arab dan Mesir pada saat itu. Kemudian yang terakhir adalah digunakannya gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai seperti budaya Islam di Mesir. Teori inilah yang paling benyak mendapat dukungan para tokoh seperti, Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.
Latar belakang masuknya islam ke Indonesia :
- Penduduk Indonesia terkenal dengan kemampuan melayari lautan lepas
- Ada tiga teori masuknya islam ke Indonesia
* Teori Gujarat --> agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang gujarat pada abad ke-13 masehi.
* Teori persia --> agama Islam dibawa oleh pedagang persia/iran
* Teori mekah --> agama Islam dibawa oleh pedagang Mekkah
- Cara masuknya Islam ke Indonesia yaitu dengan perdagangan, perkawinan, pendidikan serta kesenian.
Faktor-faktor yang menyebabkan agama islam mudah diterima di Indonesia adalah:
Penyebaran agama dengan konsep akulturasi, damai dan tanpa kekerasan
Politik kedekatan dengan kekuasaan
Islam tidak kenal strata, kasta atau pelapisan sosial
Ritualnya sangat sederhana dan mudah
Masuk Islam cukup 2 kalimat syahadat
Agama yang bertumpu pada kedamaian
Aturan dalam Islam tidak memaksa dan fleksibel
Penyebaran agama dengan konsep akulturasi, damai dan tanpa kekerasan.Proses penyebaran agama Islam yang dilakukan para leluhur, Wali Songo dan ulama terdahulu menggunakan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan sehingga mudah diterima oleh masyarakat. Tradisi, adat dan budaya tidak ditentang, tapi dimasuki unsur dan nilai-nilai Islami yang substantif. Sebagian ritus atau ritualnya dipertahankan, tetapi substansi, esensi dan nilainya adalah Islam.
Politik kedekatan dengan kekuasaan, Runtuhnya kerajaan Majapahit kemudian lahir pemerintahan baru bernama Kesultanan Demak Bintoro tidak lepas dari buah politik untuk memperluas ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Islam tidak kenal strata, kasta atau pelapisan sosial, Dalam ajaran agama Islam, yang membedakan seseorang mulia atau tidak adalah ketakwaanya, bukan kekayaan, jabatan, darah biru, atau faktor lainnya. Selama seseorang itu bertakwa, maka dia sangat mulai di mata Tuhan. Semua orang sejajar yang dalam ritusnya diajarkan pada sholat berjamaah. Umat Muslim boleh menjadi imam asal agamanya baik, boleh duduk berdampingan dengan siapa saja, di shaf bagian mana saja. Tidak ada pembedaan pejabat atau ningrat harus berada di depan. Makanya saat Nusantara mengenal kasta pada masa Hindu-Budha, maka Islam disambut oleh masyarakat luas. Nilai-nilai sosial juga sangat diajarkan dalam Islam, sehingga Islam bukan hanya menekankan hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), tetapi juga hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia).
Ritualnya sangat sederhana dan mudah, Setiap agama memiliki ritual atau beribadah tersendiri. Ibadah Islam sangat simpel, seperti sholat untuk beribadah kepada Tuhan melalui Tuhan, zakat untuk beribadah kepada Tuhan melalui manusia, puasa yang diwajibkan pada bulan Ramadhan saja, haji kalau mampu.
Masuk Islam cukup 2 kalimat syahadat, tidak ada syarat yang macam-macam untuk masuk Islam. Cukup bersyahadat dua kali dengan sepenuh keimanan, bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita dan Muhammad SAW adalah rasul-Nya, maka sudah masuk Islam.
Agama yang bertumpu pada kedamaian, kata “Islam” artinya adalah damai, sejahtera. Maka umat Islam sesungguhnya umat yang terus menyerukan perdamaian. Hal ini tidak lepas dari ajaran Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Aturan dalam Islam tidak memaksa dan fleksibel, Umat Islam memang diwajibkan, tetapi juga dimudahkan dalam kondisi dan konteks tertentu. Misalnya, ibadah haji sesungguhnya wajib karena menjadi syarat. Namun, umat Muslim diperbolehkan tidak melaksanakan haji jika tidak mampu, baik dalam hal keuangan-finansial maupun kesehatan. Islam juga tidak pernah memaksa seseorang memeluk agama Islam. Hal ini karena pada saat Nabi Muhammad menyebarkan ajaran islam dia tidak memaksa orang untuk memeluk agamanya melainkan melalui teladan dan musyawarah.
1) Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim)
peranannya:
- menyebarkan agama Islam di Jawa Timur
- menghilangkan sistem kasta di masyarakat dengan memperkenalkan agama Islam yang tidak mengenal sistem kasta
2) Sunan Ampel (Raden Rahmat)
peranannya:
- mendirikan Pesantren Ampeldenta sebagai pusat perkembangan dakwah dan pendidikan agama Islam
- sebagai perancana berdirinya kerajaan Islam Demak yang beribu kota di Bintaro.
3) Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim)
peranannya:
- pencipta gending Durma, berbahasa Jawa yang mengandung muatan agama Islam
4) Sunan Giri
peranannya:
- mengirimkan utusan keluar Jawa, seperti Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean, serta ke Ternate dan Haruku (kepulauan Maluku) untuk menyebarkan agama Islam.
- menciptakan permainan anak-anak yang bernuansa Islam, seperti Ilir-ilir, jamuran dan cuplak-cuplak suweng
5) Sunan Drajat
peranannya:
- mendirikan pesantren, dan Surau di desa Jalag sebagai tempat dakwah agama Islam di daerah Gresik dan Tuban
- menciptakan gending Pangkur, tembang yang bermuatan agama Islam
6) Sunan Kalijaga
peranannya:
- menyebarkan agama Islam dengan kesenian wayang yang disisipi dengan ajaran-ajaran Islam
7) Sunan Kudus (Ja’far Sadiq)
peranannya:
- mendirikan masjid Kudus
- menciptakan Gending Mas Kumambang dan Gending Mijil yang bermuatan agama Islam
- mengisi tradisi Jawa mitoni dengan membacakan sejarah Nabi Muhammad saw
8) Sunan Muria (Raden Umar Said)
peranannya:
- menyebarkan agama Islam kepada para pedagang, nelayan dan rakyat jelata
- menciptakan tembang Sinom dan kinanthi.
- mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelung dino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya
9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
peranannya:
- mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah lain di Jawa Barat, seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten
5.Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
6.Menurut William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, syarat terjadinya integrasi sosial adalah :
Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka
Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma
Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten
Dari sini disimpulkan bahwa integrasi dapat terjadii ketika individu dalam masyarakat menjalin interaksi sosial yang kemudian menciptakan suatu kesepakatan yang berujung pada terciptanya nilai dan norma yang menjadi landasan kehidupan bersama.






0 komentar:
Posting Komentar